Dreame, yang sebelumnya dikenal sebagai produsen robot vacuum dan perangkat rumah pintar, kini memperluas jangkauannya dengan menghadirkan produk baru yang menarik di segmen action cam. Lewat inovasinya, Leaptic Cube, kamera kecil dengan desain modular ini menawarkan banyak keunggulan, termasuk kemampuan perekaman yang tinggi, serta fleksibilitas penggunaan yang memudahkan konsumennya.
Dengan Leaptic Cube, pengguna dapat menggunakan kamera ini secara mandiri atau dengan modul tambahan yang mencakup layar dan baterai ekstra. Desainnya yang kompak dan ringan memungkinkan kamera ini dipasang di berbagai tempat, seperti helm, setang sepeda, dan bahkan kalung untuk anjing, menjadikannya pilihan yang multifungsi.
Pada awal tahun ini, kamera ini sudah diperkenalkan, namun harga dan tanggal peluncurannya belum diungkap. Setelah tampil di IFA Berlin 2026, Dreame mengumumkan bahwa Leaptic Cube akan segera tersedia di pasar Eropa dengan harga sekitar 400 Euro.
Memahami Desain dan Fungsionalitas Leaptic Cube
Leaptic Cube dirancang dengan pemikiran yang mendalam terhadap kebutuhan pengguna, menghadirkan solusi praktis dalam bentuk modul yang dapat dipasang dan dilepas. Pengguna juga dapat memilih untuk menggunakan kamera ini tanpa modul tambahan, yang mana memberikan keleluasaan saat dibutuhkan.
Salah satu fitur menarik adalah modul layar yang berfungsi sebagai monitor dan juga meningkatkan daya hidup kamera. Dengan adanya modul ini, waktu pemakaian dapat diperpanjang hingga 200 menit, memberikan pengalaman penggunaan yang lebih baik saat merekam.
Selain itu, desain yang ramping dan estetis membuat kamera ini tidak hanya fungsional tetapi juga menarik secara visual. Ini adalah langkah cerdas dari Dreame untuk menjangkau kalangan muda, termasuk para penggemar aktivitas luar ruangan seperti pendaki, pesepeda, dan penggemar olahraga ekstrim.
Kecerdasan Buatan dan Teknologi Canggih di Leaptic Cube
Dreame merangkul teknologi mutakhir dengan memasukkan kecerdasan buatan (AI) ke dalam sistem kameranya. Dengan adanya prosesor AI 4nm, kamera ini dapat memproses gambar dengan optimal, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang minim, untuk menghasilkan rekaman dengan kualitas tinggi.
Salah satu fitur andalan dari AI ini adalah GyroSteady, yang berfungsi untuk menstabilkan video saat merekam dalam kondisi bergerak. Inovasi ini sangat penting bagi pengguna yang aktif, terutama dalam merekam momen-momen berharga saat melakukan olahraga atau kegiatan outdoor.
Leaptic Cube juga memungkinkan pengguna untuk mengoperasikan kamera menggunakan suara, berkat fitur Moko AI. Dengan cara ini, pengguna dapat memulai dan menghentikan proses rekaman, serta mengganti mode pengambilan gambar tanpa perlu menyentuh kamera, sehingga membuat penggunaan menjadi lebih praktis.
Kemampuan Rekaman yang Menonjol dari Leaptic Cube
Leaptic Cube dilengkapi dengan sensor 50MP berukuran 1/1,3 inci, didukung lensa ultra-wide f/2.8 dengan sudut pandang mencapai 155 derajat. Kombinasi ini menjadikannya mampu merekam video dengan resolusi yang mengesankan, hingga 8K, serta kemampuan perekaman HDR dan slow-motion dengan kualitas 4K pada 120fps.
Dengan dynamic range yang diklaim mencapai 13,5 stop, kamera ini menjanjikan hasil rekaman yang tajam dan jelas, bahkan dalam kondisi pencahayaan yang sulit. Ini adalah fitur yang sangat dicari oleh para videografer profesional dan hobiis yang ingin menghasilkan konten berkualitas.
Untuk memperpanjang daya tahan baterai, Dreame juga menyediakan modul power bank sebagai aksesori tambahan. Ini memberikan fleksibilitas bagi pengguna yang ingin merekam lebih lama tanpa khawatir kehabisan daya saat berada di luar rumah.
Aksesori dan Pengoperasian Leaptic Cube yang Praktis
Leaptic Cube tidak hanya sekadar kamera tetapi juga merupakan alat yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Beragam aksesori, termasuk underwater housing, membuatnya ideal untuk digunakan dalam berbagai situasi, termasuk di bawah air.
Untuk pengoperasian, pengguna dapat memanfaatkan layar touchscreen yang intuitif atau melalui aplikasi smartphone. Dengan demikian, pengguna dapat mengontrol pengaturan kamera dengan mudah dari jarak jauh, tanpa perlu repot-repot menjangkau kamera yang terkadang sulit dijangkau.
Keleluasaan dalam menyusun modul kamera juga menjadi salah satu keunggulan. Pengguna dapat mengubah konfigurasi sesuai dengan kebutuhan, memungkinkan mereka untuk mendapatkan hasil terbaik dalam setiap pemotretan atau perekaman video.

