Dalam dunia yang semakin terhubung, gangguan dari teknologi sering kali menjadi tantangan besar bagi banyak orang. Kevin Noki, seorang developer, menghadirkan solusi unik melalui peluncuran perangkat bernama Anti Distraction Handset Device (ADHD) One. Perangkat ini dirancang untuk mengurangi distraksi digital, hanya memungkinkan penggunanya untuk melakukan panggilan suara semata.
Dengan motto “anti-gangguan”, ADHD One tidak memiliki aplikasi, internet, atau notifikasi dari media sosial. Tujuannya adalah untuk membantu penggunanya berfokus pada aktivitas sehari-hari tanpa godaan dari dunia digital yang kerap kali menyita perhatian.
Desain dari perangkat ini juga menarik perhatian. Dengan tampilan retro yang mengingatkan pada ponsel masa lalu, ADHD One membawa nuansa nostalgia sekaligus modernitas melalui beberapa fitur yang teknologis.
Seluk Beluk Desain dan Bentuk ADHD One yang Menarik
ADHD One mengusung desain minimalis dan retro, memberikan kesan klasik bagi para penggunanya. Banyak yang mengaitkannya dengan Motorola DynaTAC 8000X, ponsel ikonik dari masa awal telepon seluler, yang menambah daya tariknya tersendiri.
Dengan fungsionalitas yang sangat sederhana, perangkat ini hanya memungkinkan pengguna untuk menyimpan nomor kontak dan menerima atau menolak panggilan. Layar OLED kecil di perangkat ini menampilkan informasi panggilan dan kontak yang tersimpan, memberikan pengalaman penggunaan yang intuitif.
Menariknya, perangkat ini tidak menyertakan akses internet atau aplikasi apapun, sehingga pengguna tidak akan tergoda untuk memeriksa media sosial. Konsep ini mirip dengan meditasi digital, mengatur ulang cara kita berinteraksi dengan teknologi.
Bagaimana ADHD One Berfungsi dalam Kehidupan Sehari-hari?
Meski membawa konsep yang sederhana, ADHD One memiliki keunikannya tersendiri. Untuk terhubung dan melakukan panggilan, perangkat ini membutuhkan sinyal dari smartphone melalui koneksi Bluetooth. Praktisnya, hal ini memungkinkan panggilan dilakukan selama smartphone tetap dalam jangkauan.
Sayangnya, hal ini juga menimbulkan pertanyaan, bagaimana sebuah perangkat bernama “anti-gangguan” membutuhkan keterikatan dengan smartphone? Jika smartphone diletakkan terlalu jauh, fungsi utama ADHD One pun akan terhambat.
Kevin Noki nantinya akan memperkenalkan versi yang lebih canggih dengan modem 4G. Dengan penambahan ini, pengguna dapat mengakses jaringan seluler tanpa ketergantungan pada perangkat lain, menambah nilai praktis dari ADHD One.
Biaya dan Proses Pembelian ADHD One yang Unik
Hal yang lebih menarik adalah soal harga dari perangkat ini. ADHD One dibanderol dengan harga €29,99, yang setara dengan sekitar Rp600 ribu. Namun, perlu dicatat bahwa harga tersebut tidak termasuk satu unit perangkat, melainkan sebagai pembayaran untuk file STL yang dapat dicetak menggunakan printer 3D.
Setelah membayar, pengguna harus mencari cara untuk mencetak bodi dan membeli komponen elektronik secara terpisah. Ini menambah elemen DIY pada pengalaman владельца, menjadikannya lebih dari sekadar membeli perangkat telepon.
Walaupun konsep ini menarik, tidak semua orang akan merasa nyaman dengan tugas tambahan ini. Mereka yang tidak memiliki akses ke printer 3D atau tidak memiliki pengalaman dalam merakit perangkat mungkin akan merasa tertantang untuk menyelesaikan proses pembelian.
Akhir Kata: Siapkah Anda Memiliki ADHD One?
ADHD One menawarkan solusi unik bagi mereka yang berusaha mengurangi gangguan digital. Dengan desain yang menarik dan fungsi yang jelas, perangkat ini dapat menjadi pilihan bagi orang-orang yang ingin memiliki waktu lebih berkualitas tanpa interupsi dari aplikasi dan notifikasi.
Namun, proses perakitan dan ketergantungan pada smartphone mungkin menjadi penghalang bagi sebagian orang. Apakah Anda siap menghadapi tantangan ini dan merasakan pengalaman menggunakan ponsel yang damai dan minim distraksi?
Pengguna harus mempertimbangkan baik-baik apakah mereka siap untuk merakit dan menjalani pengalaman baru dengan perangkat ini, atau tetap memilih smartphone yang menawarkan segala fungsi dalam satu perangkat. Apapun pilihan Anda, ADHD One jelas mengajak untuk berpikir ulang tentang bagaimana kita berinteraksi dengan teknologi setiap harinya.
